Tempat Wisata Di Bali

Sebelum berlibur ke bali ada baiknya anda mengetahui dulu tempat wisata di bali yang populer dan menarik untuk dikunjungi, disini gotravela akan membahas tempat wisata di bali mulai dari wisata pantai, museum, wisata air panas, budaya, dan masih banyak lagi yang bisa anda simak disini


Pulau Bali menawarkan keindahan alam yang sampai sekarang masih menjadi tujuan wisatawan domestik maupun mancanegara. Bagi kamu yang sudah pernah atau belum sama sekali injakkan kaki di pulau yang disebut sebagai Pulau Dewata ini yuk, mari lihat tempat wisata di Bali apa saja yang akan memikat pengunjung. Bahkan mungkin, beberapa tempat wisata di Bali berikut bisa jadi belum pernah kamu dengar!

Tempat Wisata Di Bali Kategori Pantai

  • Pantai Tanjung Benoa
  • Pantai Padang Padang
  • Pantai Kedonganan
  • Pantai Nusa Dua
  • Pantai Jimbaran
  • Pantai Kuta
  • Pantai Crystal Bay Penida
  • Pantai Lovina
  • Pantai Amed
  • Pantai Echo
  • Pantai Canggu
  • Pantai Kayu Putih
  • Pantai Karma Kandara Ungasan

Tempat Wisata Di Bali Kategori Pantai

  • Pantai Legian
  • Pantai Pandawa
  • Pantai Sanur Bali
  • Pantai Sindhu
  • Pantai Seminyak
  • Pantai Double Six
  • Pantai Suluban Blue Point
  • Pantai Kelan
  • Pantai Pasih Uug ( Broken Beach )
  • Pantai Tanah Lot
  • Pantai Dreamland
  • Pantai Balangan

Tempat Wisata Di Bali Kategori Air Panas

  • Kolam Pemandian Air Panas Alami Sanih
  • Banyuwedang Hot Spring Water
  • Pemandian Air Panas Banjar
  • Pemandian Air Panas Kintamani
  • Batur Natural Hot Spring
  • Pemandian Air Panas Tirta Usadha
  • Pemandian Air Panas Belulang
  • Pemandian Air Panas Di Kab. Buleleng Bali
  • Pemandian Air Panas Di Bali Tabanan
  • Air Panas Penatahan Espa Yeh Panes
  • Pemandian Air Panas Angseri

Tempat Wisata Di Bali Kategori Museum

  • Museum Neka
  • Museum Arma
  • Museum Pasifika
  • 3 Dimensi Dmz Bali
  • Bali Shell Museum/Kerang
  • Museum Geopark Batur
  • Museum Bali
  • Museum Antonio Blanco
  • Museum Subak
  • Museum Puri Lukisan
  • Museum Topeng Setia Darma

Tempat Wisata Di Bali Kategori Danau & Pura

  • Danau Batur
  • Danau Beratan
  • Danau Buyan
  • Danau Tamblingan
  • Pura Uluwatu
  • Pura Tanah Lot
  • Pura Taman Ayun
  • Pura Ulun Danu Beratan
  • Pura Tirta Empul
  • Pura Tirta Gangga
  • Pura Besakih

Tempat Wisata Di Bali Kategori Bukit

  • Jambul Karangasem
  • Teletubbies Nusa Penida
  • Asah Bugbug Karangasem
  • Batu Kursi Pemuteran
  • Campuhan Ubud
  • Bukit Amuk Bay
  • Bukit Pinggan Kintamani
  • Guungan Candidasa Karangasem
  • Belong Gunaksa Dawan

Tempat Wisata Di Bali Kategori Air Terjun

  • Air terjun Sekumpul
  • Air terjun Aling – Aling
  • Air terjun Munduk
  • Air terjun Jembong Ambengan
  • Air terjun Banyumala
  • Kroya Waterfall
  • Air terjun Sing Sing
  • Air terjun Mekalangan
  • Air terjun Lemukih
  • Air terjun Kanto Lampo

Tempat Wisata Di Bali Kategori Air Terjun

  • Air terjun Terjun Carat
  • Air terjun Melanting
  • Air terjun Tembok Barak
  • Air terjun Cinta
  • Air terjun Gitgit
  • Air terjun Yeh Mampeh
  • Air terjun Bertingkat
  • Air terjun Campuhan
  • Air terjun Colek Pamor

Masih banyak lagi tempat wisata di Bali secara keseluruhan yang bisa berbagi. Bicara Bali memang tidak ada habisnya. Namun, 9 kota dan kabupaten di Bali yang telah berkurang di artikel ini semoga bisa membantu kamu mendapat gambaran mengenai peta wisata di Bali.

Akan lebih baik lagi sebenarnya untuk mencari paket wisata Bali untuk bisa menilai Bali secara maksimal dan efisien, apalagi kalau kamu dan rekan perjalanan tak punya cukup banyak waktu. Selamat liburan ya! Semoga perjalanan ke Bali dapat memberi kesan kesan dan pengalaman wisata yang tak akan terlupakan.

Mengenal Lebih Jauh Pulau Bali

Bali yang juga disebut Pulau Dewata, Pulau Surga, atau Pulau Seribu Pura ini terletak di antara Pulau Jawa dan Lombok. Jawa yang lebih besar terletak di sebelah barat sedangkan Lombok terletak di sebelah timur Bali. Secara geografis, Bali adalah ujung paling barat dari Kepulauan Sunda Kecil. Secara administratif, Bali adalah salah satu dari 33 provinsi di Indonesia dengan Denpasar di bagian selatan pulau sebagai ibukotanya.


Bali adalah rumah bagi komunitas Hindu kecil. Pada tahun 2010, 92,29% dari total populasi 3.891.000 penganut Hindu Bali. Sisanya menganut Islam, Budha dan Kristen. Bali terkenal sebagai tujuan wisata terbesar di Indonesia dan juga terkenal di seluruh dunia. Citra populer pulau ini adalah kaya dengan seni canggih seperti patung tradisional dan modern, kulit, lukisan, tari, musik, dan pengerjaan logam.


Sejarah Bali

Penduduk pertama Bali adalah masyarakat Austronesia yang datang pada tahun 2000 SM. Mereka datang dari Taiwan melalui Laut Cina Selatan. Dengan demikian masyarakat ini lebih dekat dengan masyarakat Filipina, Oceania dan Nusantara dalam hal linguistik dan budaya.


Artefak sejarah yang berasal dari zaman ini adalah perkakas batu yang ditemukan tidak jauh dari desa Cekik di bagian barat pulau. Ada sembilan sekte Hindu di Bali kuno yang masing-masing memiliki Ketuhanan tersendiri, yaitu Ganapatya, Resi, Brahma, Sora, Waisnawa, Siwa Sidharta, Bodha, Bhairawa dan Pasupata.


Berbagai prasasti menunjukkan bahwa nama Bali Dwipa atau Pulau Bali sudah muncul sejak abad pertama milenium pertama. Salah satu prasasti yang menyebutkan pulau itu adalah pilar Blanjong yang diciptakan oleh Sri Kesari Warmadewa pada tahun 914.


Prasasti di pilar tersebut menyebutkan pulau itu sebagai Walidwipa. Subak, sistem irigasi kompleks yang terkenal di Bali, dikembangkan selama ini. Beberapa tradisi budaya dan agama yang dapat dilihat hingga saat ini berakar dari periode ini juga meskipun pengaruh India yang jauh lebih tua diyakini telah ada sejak 1 Masehi.


Pada tahun 1343, Kerajaan Hindu Majapahit dari Jawa Timur mendirikan koloni di sini. Bali menjadi tujuan akhir eksodus seniman, pendeta, musisi, dan pendeta ketika kekaisaran akhirnya menurun pada abad ke-15.


Portugis adalah orang Eropa pertama yang melakukan kontak dengan pulau itu. Pada tahun 1585, sebuah kapal Portugis diyakini karam di Semenanjung Bukit. Beberapa orang Portugis kemudian ditinggalkan untuk mengabdi kepada Dewa Agung.


Cornelis de Houtman, penjelajah Belanda yang sebelumnya melakukan kontak dengan Banten di Jawa Barat, tiba di Bali pada tahun 1597. Namun, baru sejak tahun 1840-an Belanda memegang kendali politik dan ekonomi atas Bali, terutama di bagian utara.


Saat itulah kerajaan Bali berperang satu sama lain yang diadu lebih jauh oleh Belanda. Belanda juga mengeksploitasi kerajaan Bali di bagian selatan sejak akhir tahun 1890-an. Pada tahun 1906 terjadi pertarungan besar-besaran yang tidak seimbang di wilayah Sanur antara pasukan Belanda melawan ribuan anggota keluarga kerajaan Bali dan pengikutnya.


Saat itu, Belanda melancarkan kampanye laut dan darat untuk menguasai bagian selatan pulau. Orang Bali menanggapi dengan perlawanan defensif bunuh diri karena mereka tidak ingin dipermalukan untuk menyerah. Perkelahian yang sama yang dikenal dengan puputan juga pecah pada tahun 1908 di wilayah Klungkung.


Setelah pertarungan yang tidak seimbang tersebut, Belanda akhirnya dapat mengambil alih kendali administratif atas Bali, meskipun budaya dan agama pada umumnya masih dipertahankan secara penuh oleh kekuatan lokal. Namun, kendali Belanda tidak pernah berhasil memperoleh kendali penuh atas pulau itu seperti kendali yang dimilikinya di Ambon dan Jawa.


Citra populer Bali sebagai “tanah pesona estetika damai dengan diri mereka sendiri dan alam” pertama kali dibuat pada tahun 1930-an. Karya musikolog Colin McPhee, seniman Walter Spies dan Miguel Covarrubias, serta antropolog Gregory Bateson dan Margaret Mead, berkolaborasi membangun citra yang selanjutnya mengembangkan pariwisata barat pertama di Bali.


Bali diduduki oleh Kekaisaran Jepang selama Perang Dunia II. Di masa inilah Gusti Ngurah Rai membentuk Tentara Merdeka. Namun, Jepang tidak dapat menggunakan kendali efektif atas masalah-masalah administratif karena kerasnya masa perang dan sulitnya perubahan kelembagaan dari pemerintahan Belanda. Setelah Jepang menyerah pada Agustus 1945, Belanda kembali mendapatkan kembali kendali atas seluruh Indonesia, termasuk Bali.


Namun, gerakan ini menemui hambatan yang berat. Di Bali, perlawanan terhadap Belanda dilancarkan dengan menggunakan senjata yang diperoleh dari Jepang. Kolonel I Gusti Ngurah Rai, 29 tahun saat itu, memimpin pasukannya ke Marga Rana di Tabanan, Bali tengah, untuk melancarkan serangan bunuh diri, atau puputan, terhadap kekuatan lapis baja Belanda.


Pada tahun 1946, Belanda memasukkan Bali sebagai salah satu dari 13 distrik administratif Negara Indonesia Timur. Negara ini didirikan oleh Belanda untuk menyaingi Republik Indonesia yang diproklamasikan oleh Soekarno dan Hatta pada 17 Agustus 1945. Ketika Republik Indonesia Serikat dibentuk dalam Konferensi Meja Bundar pada 29 Desember 1949, Bali termasuk dalam negara baru yang diakui oleh Belanda.


Letusan Gunung Agung pada tahun 1963 menewaskan ribuan orang. Keadaan ekonomi sedang kacau dan memaksa sebagian besar yang selamat pindah ke daerah lain di Republik Indonesia. Selama tahun 1950-an dan 1960-an, Bali menyaksikan konflik antara pendukung sistem kasta dan mereka yang menolak nilai-nilai tradisional.


Konflik itu khas pada masa itu di Indonesia dan telah dipolitisasi oleh Partai Komunis Indonesia atau PKI yang menolak sistem kasta dan Partai Nasional Indonesia PNI yang mendukung sistem tradisional. Ketegangan itu berujung pada Reformasi Pertanahan yang dicanangkan oleh PKI.


 Namun, ketika kudeta yang terkait dengan PKI pecah di Jakarta, diikuti oleh penghapusan PKI dan pendukungnya oleh Jenderal Soeharto, Bali juga terpengaruh. Di Bali sendiri, setidaknya 80, 000 orang tewas karena pembersihan anti-komunis, yang setara dengan 5 persen dari total populasi pulau pada saat itu. Tidak ada kekuatan Islam di pulau itu sehingga tuan tanah PNI menjadi lebih mudah saat memimpin pembersihan di Bali.


Setelah Jenderal Soeharto menjadi presiden dari Presiden Soekarno pada tahun 1966, rezim Orde Baru kembali menjalin hubungan dengan negara-negara Barat. Hubungan yang diperbarui menghasilkan pertumbuhan pariwisata, dengan Bali dipromosikan sebagai Pulau Surga. Pertukaran asing dan standar hidup di Bali berubah secara dramatis dengan ledakan pariwisata. Namun, ketika pemboman besar-besaran oleh militan Islamis pada tahun 2002 menghancurkan kawasan wisata Kuta dan menewaskan 202 orang, yang sebagian besar adalah orang asing, ledakan ekonomi tiba-tiba berakhir. Serangan bom lain pada tahun 2005 membuat industri pariwisata berada dalam kesulitan. Namun, jumlah wisatawan per 2010 telah kembali ke level sebelum serangan bom.


Geografi Bali

 Pulau Bali terletak 3,2 km atau 2 mil jauhnya dari Jawa, 8 derajat selatan khatulistiwa. Jawa dan Bali dipisahkan oleh Selat Bali yang sempit. Panjangnya dari timur ke barat sekitar 153 km atau 95 mil sedangkan dari utara ke selatan membentang hingga 112 km atau 69 mil. Luas total daratan adalah 5.632 km2.


Elevasi tertinggi di bagian tengah daratan utama mencapai sekitar 3.000 meter di atas permukaan laut, yang tertinggi adalah Gunung Agung yang mencapai 3.142 meter. Gunung berapi aktif ini juga disebut sebagai gunung induk. Dari wilayah tengah ke timur membentang pegunungan dengan Gunung Agung sebagai titik tertinggi paling timur.


Sifat vulkanik dari daratan utama, ditambah dengan pegunungan tinggi yang mendorong turunnya curah hujan, menjadikan Bali sangat subur untuk tanaman pertanian. Daerah paling subur terletak di tengah daratan utama di sebelah selatan. Sedangkan sisi utara pegunungan melandai ke arah laut. Daerah ini menjadi daerah penghasil utama kopi, sayur mayur, beras dan ternak. Sungai terpanjang di pulau ini adalah Sungai Ayung yang mengalir sepanjang kurang lebih 75 km.


Sebagian besar wilayah pulau dikelilingi oleh terumbu karang dan pantai bagian utara dan barat cenderung berpasir hitam sedangkan pantai selatan cenderung berpasir putih. Tidak ada saluran air utama di daratan.


Namun, perahu sampan bisa mengarungi Sungai Ho. Ada beberapa pantai di daerah antara Klatingdukuh dan Pasut dan pantai-pantai ini sedang dikembangkan untuk pariwisata. Namun, tempat wisata terpenting hingga saat ini di kawasan tersebut masih berupa pura pinggir pantai Tanah Lot.


Denpasar, yang terletak di dekat pantai selatan, adalah kota terbesar di daratan dengan jumlah penduduk sekitar 491.500 menurut perkiraan tahun 2002. Singaraja, ibu kota kolonial tua, rumah bagi 100.000 orang dan terletak di pantai utara, adalah yang kedua di Bali. -kota terbesar. Kota-kota besar lainnya termasuk Kuta dan Ubud.


Ada tiga pulau kecil di tenggara daratan. Mereka secara administratif merupakan bagian dari Kabupaten Klungkung. Mereka adalah Nusa Penida, Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan. Ketiganya dipisahkan dari daratan utama oleh Selat Badung.


Selat Lombok di sebelah timur memisahkan Bali dan pulau Sunda Kecil lainnya. Selat ini juga menandai pembagian bio-geografis antara fauna Australasia dan fauna zona-eko Indo-Malaya. Garis pemisah imajiner disebut Garis Wallace, yang dinamai menurut ahli biologi Alfred Russell Wallace.


Bali terhubung ke Sumatera, Jawa dan daratan Asia selama Zaman Es Pleistosen, selama periode itu tingkat penurunannya. Karenanya Bali pada saat itu berbagi fauna Asia yang sama. Namun, Selat Lombok pada waktu itu merupakan perairan dalam sehingga sisa Kepulauan Sunda Kecil tetap terisolir.


Ekologi Bali

Terletak di sisi barat Garis Wallace, fauna Bali memiliki karakter Asia dan pengaruh Australasia terlalu kecil untuk dipahami. Oleh karena itu fauna memiliki lebih sedikit kesamaan dengan fauna Lombok daripada fauna Jawa. Namun, ada beberapa pengecualian, seperti kakatua jambul kuning yang merupakan anggota atau famili Australia dari spesies primer.


Ada sekitar 280 jenis burung di Bali, salah satunya adalah Burung Jalak Bali yang endemik dan terancam punah. Spesies lain termasuk Yellow-vented Bulbul, Great Egret, White Heron, Black Racket-tailed Treepie, Barn Swallow, Black-naped Oriole, Crested Treeswift, Dollarbird, Crested Serpent-Eagle, Lesser Adjutant, Long-tailed Shrike, Java Sparrows, Red -Rumped Swallow, Sacred Kingfisher, Pacific Swallow, Milky Stork dan Sea Eagle.


Mamalia besar diketahui ada di Bali hingga awal abad 20, termasuk Macan Tutul, Harimau Bali endemik, dan Banteng liar. Banteng masih memiliki wujud domestiknya tetapi Harimau Bali telah punah sama sekali sedangkan macan tutul hanya dapat ditemukan di Jawa. Sebuah catatan menunjukkan bahwa pernah terjadi tembakan Harimau Bali pada tahun 1937 tetapi subspesies tersebut diyakini bertahan setidaknya hingga tahun 1940-an atau 1950-an.


Penyebab punahnya harimau tersebut diyakini karena konflik dengan manusia, ukuran pulau yang kecil, pengurangan habitat dan perburuan. Harimau tersebut tidak pernah ditampilkan di kebun binatang atau difilmkan, namun beberapa tulang atau kulit yang tersisa dapat ditemukan di museum di seluruh dunia. Harimau Bali dikenal sebagai subspesies yang paling langka dan terkecil. Mamalia terbesar yang dapat dilihat hingga saat ini adalah babi hutan dan rusa rusa jawa sedangkan kijang India


Fauna yang cukup sering terlihat adalah tupai. Musang kelapa Asia didomestikasi untuk menghasilkan Kopi Luwak. Kelelawar diawetkan, terutama di Goa Lawah atau Kuil Kelelawar. Di pura yang menjadi tujuan wisata terkenal ini, penduduk setempat memuja kelelawar. Kelelawar juga bisa ditemukan di gua candi lain seperti pura di Pantai Gangga.


Ada dua spesies monyet yang mudah dijumpai. Spesies pertama adalah Monyet pemakan Kepiting. Penduduk setempat menyebut spesies ini sebagai “kera”. Mereka sering ditemukan di pura dan permukiman dan manusia dapat memberi mereka makan dengan aman, terutama di tiga “pura monyet”, yang paling populer terletak di Ubud. Beberapa penduduk lokal memelihara kera sebagai hewan peliharaan mereka.


Spesies monyet kedua, Silver Leaf Monkey, lebih sulit ditangkap dan lebih langka. Penduduk setempat menyebutnya “lutung”. Mereka banyak ditemui di Taman Nasional Bali Barat. Mamalia lain yang juga langka antara lain Trenggiling Sunda, Bajing Raksasa Hitam dan Kucing Macan Tutul. Spesies ular termasuk Reticulated Python dan King Cobra sedangkan Water Monitor diyakini bisa bergerak cepat dan tumbuh ke ukuran yang lebih besar.


Kehidupan laut yang kaya di terumbu karang di sekitar pantai, terutama di tempat menyelam seperti Amed, Nusa Penida, Menjangan dan Tulamben. Beberapa spesies yang tercatat adalah Mola-Mola Raksasa, Belut Moray Raksasa, Pari Manta Raksasa, Penyu Sisik, Hiu Martil, Parrotfish Bumphead, Barakuda, Hiu Karang, dan ular laut. Lumba-lumba ditemukan di pantai utara, terutama di dekat Pantai Lovina dan Singaraja.


Apalagi sejak abad ke-20, manusia banyak memperkenalkan tumbuhan baru sehingga agak sulit membedakan tumbuhan asli dengan tumbuhan baru. Pohon asli yang lebih besar termasuk bambu, Nangka, kelapa, pohon beringin dan akasia. Bunga termasuk kamboja, poinsettia, melati, kembang sepatu, bugenvil, mawar, teratai, teratai, anggrek, hydrangea dan begonia.


Tanah yang lebih tinggi seperti Kintamani yang menerima lebih banyak kelembapan menampung spesies tertentu seperti jamur, pohon pakis dan pohon pinus. Ada banyak ragam beras. Tanaman pertanian lainnya antara lain manggis, jeruk Kintamani, kangkung, kopi, jagung dan salak.


Lingkungan di Bali

Pantai Lebih mengalami erosi gelombang laut terburuk. Hingga 7 meter pulau hilang setiap tahun. Puluhan tahun sebelumnya, pantai ini menjadi tujuan ziarah bagi lebih dari 10.000 orang namun kini tujuan tersebut telah dipindahkan ke Pantai Masceti.


Divisi Administrasi Bali

 Provinsi Bali terbagi menjadi 8 kabupaten atau kabupaten dan 1 kota atau kota. Mereka:

  • Badung, ibu kota Mangupura
  • Bangli, ibu kota Bangli
  • Buleleng, ibu kota Singaraja
  • Denpasar (kota)
  • Gianyar, ibu kota Gianyar
  • Jembrana, ibu kota Negara
  • Karangasem, ibu kota Amlapura
  • Klungkung, ibu kota Semarapura
  • Tabanan, ibu kota Tabanan

Ekonomi Bali

Perekonomian Bali tiga dekade lalu sebagian besar didasarkan pada pertanian baik untuk lapangan kerja maupun produk. Industri terbesar di Bali adalah pariwisata. Karena industri pariwisata yang sangat berkembang, pulau ini menjadi salah satu kawasan terkaya di Indonesia. Sekarang, 80 persen perekonomian di sini bergantung pada pariwisata. Setelah serangan bom yang mengejutkan pada 2002 dan 2005, industri pariwisata perlahan pulih.


Pertanian Bali

 Sebagian besar masyarakat Bali masih bekerja di bidang pertanian meskipun PDB terbesar dihasilkan oleh pariwisata. Upaya pertanian yang paling menonjol adalah penanaman padi. Tanaman yang lebih kecil yang juga ditanam di pulau ini termasuk sayuran, buah-buahan, Coffea aracbica dan tanaman subsisten lainnya serta tanaman komersial.


Kintamani, daerah dekat Gunung Batur, merupakan daerah penghasil kopi arabika. Produsen umumnya mengolah kopi Bali dengan cara basah sehingga menghasilkan kopi yang lembut dan manis. Rasa yang bisa dipadukan adalah lemon dan citrus notes lainnya. Mayoritas petani kopi di wilayah tersebut merupakan anggota Subak Abian yang berlandaskan filosofi Hindu Tri Hita Karana. Filosofi tersebut mengajarkan bahwa ada tiga penyebab kebahagiaan yaitu keterkaitan dengan Tuhan, orang lain, dan lingkungan.


Sistem subak paling cocok untuk produksi kopi organik dan perdagangan adil. Kopi arabika yang diproduksi di wilayah Kintamani merupakan produk pertama di Indonesia yang mendapatkan indikasi geografis.


Pariwisata Bali

Bagian selatan dari daratan utama adalah tempat fokus industri pariwisata. Olahraga wisata utama adalah Pantai Kuta, Legian, dan Seminyak, Sanur yang dulunya merupakan satu-satunya pusat wisata, Ubud di tengah pulau, Jimbaran, dan Pecatu dan Nusa Dua yang baru berkembang. Pemerintah Australia masih menilai Bali pada 4 tingkat bahaya pada tingkat skala 5 sedangkan pemerintah Amerika sebelumnya telah mencabut peringatan perjalanannya pada tahun 2008.


Pariwisata di Bali

Industri real estat yang terkait dengan pariwisata telah berkembang pesat di pusat-pusat pariwisata utama. Hotel Bali dibangun di lokasi terkenal seperti Kuta, Seminyak, Oberoi dan Legian. Hotel bintang 5 Bali mulai dikembangkan pada tahun 2010 di bagian selatan yaitu di Bukit Peninsula. Vila-vila di Bali, bernilai jutaan dolar, telah dibangun di sisi tebing di selatan dan karenanya menjanjikan pemandangan laut yang indah.


Banyak perusahaan Jakarta dan perorangan serta investasi asing yang aktif di industri untuk mengembangkan daerah lain. Namun harga tanah tetap stabil meski telah terjadi krisis ekonomi di seluruh dunia.


Rupiah Indonesia telah anjlok hingga 30% terhadap dolar AS pada paruh terakhir tahun 2008. Hal ini mengakibatkan nilai mata uang asing yang lebih besar dan memicu membanjirnya wisatawan ke Bali. Pada tahun 2009, kedatangan pengunjung turun menjadi 8% dengan penyebab utama krisis ekonomi dan bukan travel warning.


Aksi teror bom 2002 dan 2005 membuat industri pariwisata di Bali secara drastis berubah menjadi kehancuran. Namun, industri telah pulih sejak pemboman terakhir dan pada 2010 target 2,0-2,3 juta wisatawan telah terlampaui dengan 2,57 juta wisatawan asing. Akomodasi Bali serta fasilitas pendukung lainnya seperti spa Bali memberikan kontribusi positif bagi pemulihan.


Hunian rata-rata akomodasi Bali pada tahun 2010 adalah 65%, merupakan tren positif dibandingkan tahun sebelumnya 60,8%. Namun pada saat peak season, wisatawan akan kesulitan mencari penginapan karena biasanya semua kamar sudah penuh.


Pada tahun 2010, Bali mendapatkan penghargaan Travel and Leisure yang dianugerahkan pada World’s Best Award 2010 di New York pada tanggal 21 Juli 2010. Penghargaan World Best Hotel Spas in Asia 2010 juga dianugerahkan kepada sebuah hotel di Bali yaitu Hotel Four Seasons Resort Bali di Jimbaran. Penunjukan Spa # 1 di dunia diterima oleh Ayana Resort setelah polling pembaca dari Majalah Travel Conde Naste. Penghargaan ini diraih oleh Bali karena berbagai atraksi wisatanya, lingkungan pesisir dan pegunungan yang menarik, keramahan penduduk setempat dan restoran lokal dan internasional yang sangat baik.


Transportasi Di Sekitar Bali

Terdapat dua bandara di pulau ini, yaitu Lapangan Udara Letkol Wisnu di barat laut dan Bandara Internasional Ngurah Rai yang lebih terkenal di dekat Jimbaran di wilayah paling selatan.


Ada tiga arteri besar dua jalur yang melintasi daerah pegunungan di bagian tengah yang bisa dilewati hingga 1.750m, yaitu di Penelokan. Jalan pantai mengelilingi pulau. Bypass Ngurah Rai dikembangkan sebagai jalan tol empat jalur. Bagian dari jalan tol ini mengelilingi kota utama Denpasar.


Pemerintah Indonesia mengundang investor untuk mengembangkan Terminal Kapal Pesiar Tanah Ampo di Karangasem. Proyek ini bernilai total $ 30 juta. Bali tidak memiliki jalur KA tetapi Perusahaan Kereta Api Indonesia dan Gubernur Bali serta 2 menteri telah menandatangani MOU untuk membangun jalur kereta api di sepanjang pantai sepanjang 565 kilometer.


Rencana tersebut diproyeksikan akan terealisasi pada 2015 dan seterusnya. Pada pertengahan 2011, ruas tol yang menghubungkan Serangan dan Tanjung Benoa akan dibangun oleh Jasamarga. Pelabuhan Tanjung Benoa mendapatkan penghargaan Best Port Welcome 2010 dari Dream World Cruise Destination, majalah yang berbasis di London, pada 16 Maret 2011.


Demografi Bali

Pada tahun 2005, jumlah penduduk Bali adalah 3.151.000 jiwa. Ekspatriat yang tinggal di pulau itu diperkirakan berjumlah 30.000.


Agama di Bali

Bali adalah rumah bagi komunitas kecil orang-orang yang beragama Hindu. Ada sekitar 93,18% dari total penduduk yang menganut Hindu Bali. Agama tersebut merupakan kombinasi dari pengaruh Hindu dari Asia Tenggara dan Asia Selatan daratan dengan kepercayaan lokal yang ada. Islam adalah agama minoritas dengan hanya 4,79% pengikut, sedangkan Kristen dengan skor 1,38% dan Budha 0,64%. Pendatang dari daerah lain di Indonesia belum termasuk dalam angka ini.


Pada abad ke-16, setelah Islam menguasai Jawa, banyak orang Hindu mengungsi ke Bali. Umat Hindu Bali menyembah dewa dan dewa, roh leluhur, dewa pertanian adat, pahlawan Buddha, dan tempat-tempat suci. Agama di Bali adalah suatu sistem kompleks gabungan yang memiliki teologi, mitologi dan filosofi serta pemujaan leluhur, sihir dan animisme dan meliputi semua aspek kehidupan.


Meskipun tidak seketat di India, sistem kasta diterapkan dengan disiplin di Bali. Diperkirakan terdapat 20.000 pura dan tempat suci di seluruh pulau yang menjadikannya juga dikenal sebagai Pulau Seribu Pura.


Akar agama Hindu Bali adalah Hindu dan Budha India dan juga mengadopsi tradisi asli masyarakat setempat. Agama Hindu Bali percaya bahwa dewa dan dewi hadir dalam segala hal yang membuat setiap elemen di alam memiliki kekuatannya sendiri. Kekuatan seperti itu diyakini mencerminkan kekuatan barang. Belati, kain tenun, batu atau pohon diyakini memiliki kekuatan sendiri yang dapat diarahkan untuk kejahatan atau kebaikan. Agama ini terjalin erat dengan ritual dan seni. Semua ekspresi keagamaan diritualkan dan membentuk perilaku sopan dan anggun masyarakat. Ada juga sejumlah kecil imigran Tionghoa.


Tradisi para pendatang ini berbaur dengan tradisi lokal. Oleh karena itu, Sino-Bali menyelaraskan agama asli mereka dengan tradisi lokal yang membuatnya umum untuk menemukan Sino-Bali pada saat odalan di pura setempat.


Pendeta Hindu Bali juga sering diundang untuk melakukan ritual yang diperlukan dengan pendeta Tionghoa dalam upacara kematian seorang Tionghoa-Bali. Namun untuk tujuan administratif, Sino-Bali menganut agama Buddha di Kartu Tanda Penduduknya.


Bahasa di Bali

Bahasa yang paling banyak digunakan di Bali adalah Bali dan Indonesia. Sebagian besar orang Bali adalah bilingual atau trilingual. Ada beberapa bahasa Bali asli tetapi kebanyakan orang Bali menggunakan bahasa Bali umum modern untuk berkomunikasi. Sistem kasta menentukan penggunaan bahasa Bali yang berbeda. Bahasa asing utama adalah bahasa Inggris karena berkembangnya industri pariwisata.


Budaya Bali

Bali terkenal dengan bentuk seni yang canggih dalam seni pahat, kerajinan tangan, lukisan, ukiran kayu, dan seni pertunjukan. Gamelan, musik orkestra perkusi Bali, bervariasi dan sangat berkembang. Cerita dari epos Hindu seperti Ramayana sering digambarkan dalam seni pertunjukan dengan banyak pengaruh dari tradisi Bali.


Tarian Bali yang terkenal termasuk legong, topeng, gong kebyar, pendet, baris, barong dan kecak. Ada budaya seni pertunjukan yang inovatif dan beragam di Bali. Karena pariwisata, ada seni pertunjukan tradisional Bali yang disusun sebagai pertunjukan berbayar dalam festival pura, pertunjukan umum, atau upacara pribadi.


Umat Hindu Bali merayakan Nyepi, Tahun Baru Hindu di musim semi dengan hari hening. Semua orang tinggal di rumah dan turis didorong untuk tinggal di hotel mereka juga pada siang hari. Namun, patung monster ogoh-ogoh yang berwarna-warni dan besar dibangun dan dibakar pada malam hari sebelum hari raya Nyepi. Ini adalah simbol untuk mengusir roh jahat. 

Sistem penanggalan pawukon Bali menentukan hari raya lainnya sepanjang tahun.

Orang Bali menyukai perayaan. Ada perayaan untuk mengisi tooh atau ritual kedewasaan, odalan atau festival kuil dan kremasi. Konsep terpenting dalam upacara Bali yang dianut oleh sebagian besar masyarakat Bali adalah desa kala patra.


Konsep tersebut mengacu pada kesesuaian pertunjukan ritual dengan konteks sosial yang umum dan khusus. Oleh karena itu, beberapa bentuk kesenian upacara topeng atau wayang kulit memiliki kelenturan yang tinggi sehingga dapat menyesuaikan pementasannya dengan keadaan saat ini.


Perayaan Bali diwarnai dengan rame. Rame adalah konsep estetika yang dihasilkan dari suasana perayaan yang riuh dan riuh. Seringkali, ada dua atau lebih ansambel gamelan yang akan dimainkan dalam jarak pendengaran. Mereka sering bersaing untuk menarik lebih banyak pendengar. Tetapi penonton biasanya juga melakukan aktivitas mereka sendiri yang mungkin ada atau tidak ada hubungannya dengan ensemble. Kegiatan ini menambah lapisan dan keaktifan rame.


Kompas tradisional Bali berpusat pada kaja dan kelod, yang setara dengan utara dan selatan.


Konsep tersebut mengacu pada orientasi ke arah gunung terbesar, yaitu Gunung Agung, sebagai kaja dan lautan kelod. Namun, kedua elemen tersebut juga memiliki konotasi kejahatan dan kebaikan.


Hindu Bali percaya bahwa dewa dan nenek moyang mereka hidup di gunung sedangkan setan dan roh jahat hidup di laut. Secara spasial, bangunan tradisional Bali seperti rumah hunian dan pura diorientasikan dengan ruang terbersih menghadap ke gunung sedangkan ruang najis yang paling dekat dengan laut.


Sebagian besar candi memiliki halaman luar dan halaman dalam. Halaman pelataran diatur hingga kaja terjauh. Ini adalah ruang pura tempat berlangsungnya ritual yang melibatkan pertunjukan, tarian dan musik. Ritual paling sakral yang dilakukan khusus untuk dewa diadakan di halaman dalam dan dikenal sebagai wali sedangkan pertunjukan untuk masyarakat umum diadakan di halaman luar dan dikenal dengan bebali.


Sedangkan pertunjukan yang dibawakan sebagai bentuk hiburan dilakukan di luar tembok candi yang dikenal dengan balih-balihan. Pada tahun 1971, sebuah komite seniman dan pengurus Bali membakukan sistem klasifikasi bertingkat tiga ini. Tujuannya adalah untuk melindungi kesucian dari ritual paling sakral dan tertua agar tidak menjadi pertunjukan yang dibayar.


Ketika industri pariwisata merambah lebih dalam kehidupan masyarakat lokal Bali, pertunjukan berubah. Pariwisata mendatangkan penonton yang bersedia membayar untuk menyaksikan pertunjukan tradisional. Ini menciptakan peluang ekonomi bagi banyak desa. Ada kontroversi tentang ini.


Namun, beberapa desa akhirnya mengembangkan strategi baru untuk memenuhi kebutuhan pariwisata. Di beberapa desa, tarian barong sakral dilakukan dengan topeng yang dirancang khusus untuk tujuan hiburan sedangkan topeng barong asli yang lebih tua disimpan untuk ritual yang lebih sakral.


Khas masyarakat Bali dibangun di sekitar desa leluhur. Siklus hidup dan agama terkait erat dengan aspek koersif tradisional yang utuh. Beberapa aparat masyarakat yang memaksa seperti adat kasepekang pengucilan semakin efektif terutama sejak desentralisasi dan demokratisasi di Indonesia sejak 1998.

error: