Sewa Mobil Di Bali

Sewa Mobil Di Bali termasuk driver dan bahan bakar minyak kami sediakan bagi anda yang ingin merencanakan liburan ke bali bersama keluarga maupun rombongan dan  ingin menyewa kendaraan untuk berlibur, disini kami Gotravela menawarkan jasa sewa mobil di bali dengan harga komfetitip yang bisa anda pesan sesuai dengan kebutuhan


Layanan sewa mobil murah di Bali dengan driver dan bahan bakar minyak sangat tepat digunakan jika ingin rileks menikmati liburan, anda tinggal duduk manis sambil menikmati perjalanan wisata yang menyenangkan dan nyaman


Bagaimana dengan harganya? Anda tidak perlu ragu untuk memesan layanan sewa mobil di gotravela, karena gotravela memberikan haga yang wajar sesuai dengan transportasi yang di butuhakan. untuk lebih jelasnya tentang pilihan rental mobil dengan driver silakan lihat tipe mobil yang anda sewa lengkap dengan bahan bakar minyak

Daftar Harga Sewa Mobil Murah

Sewa Avanza Di Bali

Toyota Avanza

Full Day Tour 12 Jam : Rp. 500.000

Half Day Tour 6 Jam : Rp. 350.000

Sewa Mobil Di Bali Sewa Innova Di Bali

Toyota Innova Reborn

Full Day Tour 12 Jam : Rp. 900.000

Half Day Tour 6 Jam : Rp. 700.000

Mobil Innova

Toyota Grand Innova

Full Day Tour 12 Jam : Rp. 500.000

Half Day Tour 6 Jam : Rp. 350.000

Sewa Mobil Di Bali Avp

Suzuki Apv

Full Day Tour 12 Jam : Rp. 500.000

Half Day Tour 6 Jam : Rp. 350.000

Sewa Hiace Di Bali

Toyota Hiace

Full Day Tour 12 Jam : Rp. 1.000.000

Half Day Tour 6 Jam : Rp. 800.000

Elf Giga

Isuzu Elf Giga

Full Day Tour 12 Jam : Rp. 1.000.000

Half Day Tour 6 Jam : Rp. 800.000

Sewa Elf Di Bali

Isuzu Elf Long

Full Day Tour 12 Jam : Rp. 900.000

Half Day Tour 6 Jam : Rp. 750.000

Sewa Mobil Di Bali

Isuzu Elf Short

Full Day Tour 12 Jam : Rp. 750.000

Half Day Tour 6 Jam : Rp. 600.000

Bus Medium

Bus 30 Seat

Full Day Tour 12 Jam : Rp. 1.300.000

Half Day Tour 6 Jam : Rp. 1.000.000

Bus Medium

Bus 35 Seat

Full Day Tour 12 Jam : Rp. 1.400.000

Half Day Tour 6 Jam : Rp. 350.007

Bus 45 Seat Hdd

Bus 45 Seat HDD

Full Day Tour 12 Jam : Rp. 2.500.000

Half Day Tour 6 Jam : Rp. 2.100.000

Bus 45 Seat

Bus 45 Seat Setra

Full Day Tour 12 Jam : Rp. 2.300.000

Half Day Tour 6 Jam : Rp. 1.900.000

Sewa Mobil Di Bali Bersama Gotravela

Gotravela sebagai penyedia jasa sewa mobil dan paket wisata menawarkan solusi transportasi untuk liburan anda di bali. Bersama dengan driver yang ramah dan staf yang berpengalaman membuat liburan wisata Anda menjadi lebih nyaman dan menyenangkan.


Standar keunggulan layanan sewa mobil bali kami sendiri dirancang untuk mencapai satu tujuan yaitu untuk memastikan bahwa Anda dan keluarga maupun kerabat Anda benar-benar puas dengan pengalaman perjalanan liburan di bali

Harga Bersahabat

Harga rental mobil yang kami tawarkan adalah harga sewa mobil di bali yang murah dan masih masuk akal karena kami ingin menjadi sahabat perjalanan Anda di bali serta ingin memberikan sevice terbaik untuk Anda

Pelayanan Terbaik

Kami selaku jasa sewa mobil bali berkomitmen untuk selalu memberikan pelayanan yang terbaik dan kami selalu siap memberikan sambutan hangat kami untuk membuat anda puas dengan layanan rental mobil di bali kami.

Armada Terawat

Kami selalu memastikan bahwa semua kendaraan di service secara rutin dan selalu terawat sebelum di sewakan. Perihal tersebut kami lakukan untuk kenyamanan dan keamanan saat digunakan.

Driver Disiplin

Semua driver kami telah dipilih melalui seleksi yang ketat dan sudah terlatih serta sudah berpengalaman dan mengerti tempat wisata dan kuliner yang ada di bali

Berpengalaman

Kami didirikan untuk menawarkan kualitas layanan sewa mobil di bali terbaik untuk pelanggan. Kami selaku sewa mobil di bali telah bekerja keras untuk unggul sebagai perusahaan terkemuka

Mengerti kebutuhan

Kami berorientasi pada layanan sewa mobil di bali yang optimal dan efisien sesuai kebutuhan para pelanggan. Dan kami selaku sewa mobil akan selalu memberikan harga sewa bus yang wajar

Keterangan Harga Sewa Mobil Bali

Area Penjemputan Denpasar / Sanur / Nusa Dua / Jimbaran / Canggu / Kuta Area


Harga sewa mobil diatas, untuk durasi sewa 12 jam dalam 1 hari.


Kelebihan pemakaian 12 Jam dalam sehari akan dikenakan biaya overtime sebesar 10 % dari harga sewa untuk perjamnya


Harga sewa mobil di Bali diatas termasuk mobil, supir dan BBM.


Biaya sewa mobil tidak termasuk tarif toll Bali Mandara dan biaya parkir kendaraan.


Kami tidak mewajibkan tips untuk sopir yang harus pelanggan bayar, keinginan untuk memberikan tips kepada sopir tergantung keinginan pelanggan.


Penjemputan pelanggan yang berada luar kota akan ada tambahan biaya penjemputan.


Apabila driver  kami harus menginap dilokasi yang pelanggan inginkan, akan ada biaya tambahan untuk biaya penginapan sebesar Rp 150,000/ malam

Kelebihan Sewa Mobil Di Bali Bersama Gotravela

Berikut beberapa kelebihan jika Anda menggunakan jasa sewa terbaik milik kami.

1 Harga Murah & Terjangkau

Jasa sewa mobil di bali memang menjamur yang menawarkan harga yang murah untuk semua orang. Kami memberikan harga yang kompetitif untuk Anda. Dengan demikian, semua orang dari berbagai kalangan bisa menggunakan jasa sewa mobil dari gotravela


2. Mobil Bersih & Terawat

Dalam mencari layanan sewa mobil Bali, carilah jasa yang menawarkan mobil yang berkualitas dan terawat. kabarbaiknya armada yang kami sediakan dalam kondisi prima dan bersih karena dilakukan perawatan secara rutin. Selain itu, surat-surat kendaraan pun lengkap. Jadi Anda jangan khawatir dengan mobil yang kami sewakan ke manapun Anda pergi.


3. Driver Berpengalaman

Gotravela memiliki driver yang berpengalaman luas tentang rute tempat wisata yang ada di Pulau Bali. Bali memang memiliki sejuta pesona yang sangat memukau. Driver kami yang sudah berpengalaman  nantinya akan membantu memandu Anda untuk menemukan tempat pariwisata paling menarik di Bali.


4. Pelayanan Yang Ramah

Gotravela selalu memberikan pelayanan yang ramah untuk semua konsumen. Keramahan dari jasa rental mobil murah di Bali akan membuat Anda menjadi selalu nyaman dalam melakukan perjalanan bersama kami. Anda bisa menginformasikan kepada kami tentang hari, tanggal, dan jam kapan Anda akan menggunakan jasa kami. 


Selain itu, kami juga memiliki kerjasama dengan berbagai tempat wisata. Anda bisa mendapatkan informasi terbaik tentang berbagai tempat pariwisata yang sedang booming dan paling ngehits di Pulau Bali. Kami jasa sewa mobil murah di Bali akan menemani Anda selama seharian penuh untuk berwisata di Pulau Dewata dengan penuh bahagia.


5. Banyak Pilihan Armada

Gotravela menyewakan ragam mobil dengan kualitas yang sangat nyaman. Selain nyaman, kami juga memberikan harga yang murah untuk Anda. Anda bisa menggunakan jasa kami mulai dari kedatangan Anda di Bali. Kami akan menggunakan shuttle private transfer untuk menjemput Anda di titik jemput bandara yang telah ditentukan.


Selain menyediakan layanan jasa sewa mobil, gotravela juga menawarkan berbagai pilihan paket tour di bali yang bisa anda pilih sesuai dengan kebutuhan, Jadi tunggu apalagi, silakan hubungi kami dengan nomor kontak yang telah kami sediakan atau chat dengan menkan tombol chat di bawah yang telah kami sediakan

Sekilas Tentang Bali

Pulau Bali

Bali yang disebut juga sebagai Pulau Dewata, Pulau Surga, atau Pulau Seribu Pura ini terletak di antara Pulau Jawa dan Lombok. Jawa yang lebih besar terletak di sebelah barat sedangkan Lombok terletak di sebelah timur Bali. Secara geografis, Bali adalah ujung paling barat dari Kepulauan Sunda Kecil. Secara administratif, Bali adalah salah satu dari 33 provinsi di Indonesia dengan Denpasar di bagian selatan pulau sebagai ibukotanya.

Bali adalah rumah bagi komunitas kecil Hindu. Pada tahun 2010, 92,29% dari total penduduk 3.891.000 memeluk agama Hindu Bali. Sisanya menganut agama Islam, Budha dan Kristen. Bali terkenal sebagai tujuan wisata terbesar di Indonesia dan juga terkenal di seluruh dunia. Citra populer pulau ini adalah kaya dengan seni canggih seperti patung tradisional dan modern, kulit, lukisan, tari, musik, dan pengerjaan logam.

Sejarah Bali

Penghuni pertama Bali adalah bangsa Austronesia yang datang pada tahun 2000 SM. Mereka datang dari Taiwan melalui Laut Cina Selatan. Dengan demikian masyarakat tersebut lebih dekat dengan masyarakat Filipina, Oseania dan Kepulauan Indonesia dari segi bahasa dan budaya. Artefak sejarah yang berasal dari masa ini adalah alat-alat batu yang ditemukan tidak jauh dari desa Cekik di bagian barat pulau. Ada sembilan sekte Hindu di Bali kuno dengan masing-masing memiliki Ketuhanan pribadinya sendiri, yaitu Ganapatya, Resi, Brahma, Sora, Waisnawa, Siwa Sidharta, Bodha, Bhairawa dan Pasupata.

Berbagai prasasti menunjukkan bahwa nama Bali Dwipa atau Pulau Bali sudah muncul sejak abad pertama milenium pertama. Salah satu prasasti yang menyebutkan pulau tersebut adalah Tiang Blanjong yang dibuat oleh Sri Kesari Warmadewa pada tahun 914. Prasasti pada tiang tersebut menyebutkan pulau tersebut sebagai Walidwipa. Subak, sistem irigasi kompleks yang terkenal di Bali, dikembangkan selama ini. Beberapa tradisi budaya dan agama yang dapat dilihat hingga saat ini berakar dari periode ini juga meskipun pengaruh India yang jauh lebih tua diyakini telah hadir sejak 1 Masehi. Pada tahun 1343, Kerajaan Majapahit Hindu besar dari Jawa Timur mendirikan sebuah koloni di sini. Bali menjadi tujuan akhir eksodus seniman, pendeta, pemusik, dan pendeta ketika kerajaan akhirnya runtuh pada abad ke-15.

Portugis adalah orang Eropa pertama yang melakukan kontak dengan pulau itu. Pada tahun 1585, sebuah kapal Portugis diyakini kandas di lepas Semenanjung Bukit. Beberapa Portugis kemudian ditinggalkan untuk melayani Dewa Agung. Cornelis de Houtman, penjelajah Belanda yang sebelumnya melakukan kontak dengan Banten di Jawa Barat, tiba di Bali pada tahun 1597. Namun, baru sejak tahun 1840-an Belanda memegang kendali politik dan ekonomi atas Bali, terutama di bagian utara. Saat itulah kerajaan-kerajaan Bali saling berperang yang diadu lebih jauh oleh Belanda. Belanda juga mengeksploitasi kerajaan-kerajaan Bali bagian selatan sejak akhir tahun 1890-an.

Tahun 1906 terjadi pertempuran besar-besaran yang tidak seimbang di wilayah Sanur antara pasukan Belanda melawan ribuan anggota keluarga kerajaan Bali dan pengikut mereka. Saat itu, Belanda melancarkan kampanye angkatan laut dan darat untuk menguasai bagian selatan pulau itu. Orang Bali menanggapinya dengan perlawanan defensif bunuh diri karena tidak mau dipermalukan karena menyerah. Pertarungan yang sama, yang dikenal sebagai puputan, juga pecah pada tahun 1908 di wilayah Klungkung. Setelah pertempuran yang tidak seimbang itu, Belanda akhirnya dapat mengambil kendali administratif atas Bali, meskipun budaya dan agama pada umumnya masih dipertahankan secara penuh oleh kekuatan lokal. Namun, kontrol Belanda tidak pernah berhasil mendapatkan kontrol total atas pulau seperti kontrol yang dimilikinya di Ambon dan Jawa.

Citra populer Bali sebagai “negeri estetika yang berdamai dengan diri mereka sendiri dan alam” pertama kali diciptakan pada tahun 1930-an. Karya musikolog Colin McPhee, seniman Walter Spies dan Miguel Covarrubias, serta antropolog Gregory Bateson dan Margaret Mead, berkolaborasi membangun citra yang selanjutnya mengembangkan pariwisata barat pertama di Bali.

Bali diduduki oleh Kekaisaran Jepang selama Perang Dunia II. Pada masa inilah Gusti Ngurah Rai membentuk Tentara Pembebasan. Namun, Jepang tidak dapat melakukan kontrol yang efektif atas masalah administrasi karena kerasnya masa perang dan perubahan kelembagaan yang sulit dari pemerintahan Belanda. Setelah Jepang menyerah pada Agustus 1945, Belanda kembali menguasai seluruh Indonesia, termasuk Bali. Namun, gerakan ini mendapat perlawanan keras. Di Bali, perlawanan terhadap Belanda diluncurkan dengan menggunakan senjata yang diperoleh dari Jepang. Kolonel I Gusti Ngurah Rai, 29 tahun saat itu, memimpin pasukannya ke Marga Rana di Tabanan, Bali tengah, untuk melancarkan serangan bunuh diri, atau puputan, terhadap kekuatan lapis baja Belanda.

Pada tahun 1946, Belanda memasukkan Bali sebagai salah satu dari 13 distrik administratif Negara Indonesia Timur. Negara ini didirikan oleh Belanda untuk menyaingi Republik Indonesia yang diproklamasikan oleh Soekarno dan Hatta pada 17 Agustus 1945. Ketika Republik Indonesia Serikat dibentuk dalam Konferensi Meja Bundar pada 29 Desember 1949, Bali termasuk dalam negara baru yang diakui oleh Belanda.

Letusan Gunung Agung pada tahun 1963 menewaskan ribuan orang. Situasi ekonomi sedang kacau dan memaksa sebagian besar yang selamat untuk pindah ke daerah lain di Republik Indonesia. Selama tahun 1950-an dan 1960-an, Bali melihat konflik antara pendukung sistem kasta dan mereka yang menolak nilai-nilai tradisional. Konflik yang khas pada waktu itu di Indonesia dan telah dipolitisasi oleh Partai Komunis Indonesia atau PKI yang menolak sistem kasta dan Partai Nasionalis Indonesia PNI yang mendukung sistem tradisional. Ketegangan memuncak dalam Land Reform yang dicanangkan oleh PKI. Namun, ketika kudeta yang dikaitkan dengan PKI pecah di Jakarta, diikuti dengan pemusnahan PKI dan pendukungnya oleh Jenderal Soeharto, Bali juga terkena imbasnya. Di Bali saja, setidaknya 80, 000 orang meninggal karena pembersihan anti-komunis, yang setara dengan 5 persen dari total penduduk pulau itu pada waktu itu. Tidak ada kekuatan Islam di pulau itu sehingga tuan tanah PNI agak mudah memimpin pembersihan di Bali.

Setelah Jenderal Soeharto mengambil kursi kepresidenan dari Presiden Soekarno pada tahun 1966, rezim Orde Barunya menjalin kembali hubungan dengan negara-negara Barat. Hubungan yang diperbarui menghasilkan pertumbuhan pariwisata, dengan Bali dipromosikan sebagai Pulau Surga. Devisa dan standar hidup di Bali berubah secara dramatis dengan ledakan pariwisata. Namun, ketika pengeboman besar-besaran oleh militan Islam pada tahun 2002 menghancurkan kawasan wisata Kuta dan menewaskan 202 orang, yang sebagian besar adalah orang asing, ledakan ekonomi berakhir dengan tiba-tiba. Serangan bom lain pada tahun 2005 menempatkan industri pariwisata dalam kesulitan. Namun, jumlah wisatawan per 2010 telah kembali ke level sebelum serangan bom.

Geografi Bali

Pulau Bali terletak 3,2 km atau 2 mil dari Jawa, 8 derajat selatan khatulistiwa. Pulau Jawa dan Bali dipisahkan oleh Selat Bali yang sempit. Panjangnya dari timur ke barat sekitar 153 km atau 95 mil sedangkan dari utara ke selatan membentang hingga 112 km atau 69 mil. Total luas daratan adalah 5.632 km2.

Ketinggian tertinggi di bagian tengah daratan utama mencapai sekitar 3.000 meter di atas permukaan laut, yang tertinggi adalah Gunung Agung yang mencapai 3.142 meter. Gunung berapi aktif ini juga disebut sebagai gunung induk. Bentuk wilayah tengah ke timur membentang pegunungan dengan Gunung Agung sebagai titik tertinggi paling timur. Sifat vulkanik daratan utama, dikombinasikan dengan pegunungan tinggi yang mendorong curah hujan, membuat Bali sangat subur untuk tanaman pertanian. Daerah paling subur terletak di tengah daratan utama di selatan. Sedangkan sisi utara pegunungan miring terjal ke arah laut. Daerah ini menjadi daerah penghasil utama kopi, sayuran, beras dan ternak. Sungai terpanjang di pulau ini adalah Sungai Ayung, yang mengalir sepanjang kurang lebih 75 km.

Sebagian besar wilayah pulau ini dikelilingi oleh terumbu karang dan pantai utara dan barat cenderung memiliki pasir hitam sedangkan di selatan cenderung memiliki pasir putih. Tidak ada saluran air utama di daratan. Namun, perahu sampan dapat mengarungi Sungai Ho. Ada beberapa pantai di daerah antara Klatingdukuh dan Pasut dan pantai ini sedang dikembangkan untuk pariwisata. Namun, tempat wisata yang paling signifikan hingga saat ini di daerah tersebut masih pura tepi laut Tanah Lot.

Denpasar, terletak di dekat pantai selatan, adalah kota terbesar di daratan dengan jumlah penduduk sekitar 491.500 menurut perkiraan pada tahun 2002. Singaraja, ibukota kolonial lama, rumah bagi 100.000 orang dan terletak di pantai utara, adalah kota kedua di Bali. -kota terbesar. Kota-kota besar lainnya termasuk Kuta dan Ubud. Ada tiga pulau kecil di tenggara daratan. Secara administratif merupakan bagian dari Kabupaten Klungkung. Mereka adalah Nusa Penida, Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan. Ketiganya dipisahkan dari daratan utama oleh Selat Badung.

Selat Lombok di sebelah timur memisahkan Bali dan Kepulauan Sunda Kecil lainnya. Selat ini juga menandai pembagian bio-geografis antara fauna Australasia dan fauna eko-zona Indo-Melayu. Garis pemisah imajiner disebut Garis Wallace, yang dinamai sesuai nama ahli biologi Alfred Russell Wallace. Bali terhubung ke Sumatera, Jawa dan daratan Asia selama Zaman Es Pleistosen, selama periode itu levelnya turun. Karenanya Bali pada waktu itu memiliki fauna Asia yang sama. Namun, Selat Lombok saat itu merupakan perairan dalam sehingga Kepulauan Sunda Kecil lainnya tetap terisolasi.

Ekologi Bali

Terletak di sisi barat Garis Wallace, fauna Bali memiliki karakter Asia dan pengaruh Australasia terlalu kecil untuk dirasakan. Oleh karena itu, fauna tersebut kurang memiliki kesamaan dengan fauna Lombok dibandingkan fauna Jawa. Namun, ada beberapa pengecualian, seperti kakatua jambul kuning yang merupakan anggota atau famili Australia dari spesies utama. Ada sekitar 280 jenis burung di Bali, salah satunya adalah Jalak Bali endemik yang terancam punah. Spesies lain termasuk Yellow-vented Bulbul, Great Egret, White Heron, Black Racket-tailed Treepie, Barn Swallow, Black-naped Oriole, Crested Treeswift, Dollarbird, Crested Serpent-Eagle, Lesser Adjutant, Long-tailed Shrike, Java Sparrows, Red -Walet rumped, Kingfisher Suci, Walet Pasifik, Bangau Bima dan Elang Laut.

Mamalia besar diketahui ada di Bali hingga awal abad ke-20, termasuk Macan Tutul, Harimau Bali endemik, dan Banteng liar. Banteng masih memiliki bentuk domestiknya tetapi Harimau Bali telah punah total sedangkan macan tutul hanya dapat ditemukan di Jawa. Sebuah catatan menunjukkan bahwa ada tembakan Harimau Bali pada tahun 1937 tetapi subspesies ini diyakini bertahan setidaknya sampai tahun 1940-an atau 1950-an. Penyebab kepunahan harimau diyakini karena konflik dengan manusia, ukuran pulau yang kecil, pengurangan habitat dan perburuan liar. Harimau tidak pernah ditampilkan di kebun binatang atau difilmkan namun beberapa tulang atau kulit tetap dapat ditemukan di museum di seluruh dunia. Harimau Bali dikenal sebagai subspesies paling langka dan terkecil. Mamalia terbesar yang dapat dilihat hingga saat ini adalah babi hutan dan Rusa Jawa sedangkan Muntjac India,

Fauna yang agak umum terlihat adalah tupai. Luwak Palm Asia didomestikasi untuk menghasilkan Kopi Luwak. Kelelawar dilestarikan terutama di Goa Lawah atau Kuil Kelelawar. Di pura yang menjadi tujuan wisata terkenal ini, penduduk setempat memuja kelelawar. Kelelawar juga dapat ditemukan di pura gua lainnya seperti pura di Pantai Gangga. Ada dua spesies monyet yang mudah ditemui. Spesies pertama adalah Kera pemakan Kepiting. Penduduk setempat menyebut spesies ini sebagai “kera”. Mereka sering ditemukan di pura dan pemukiman dan manusia dapat memberi mereka makan dengan aman, terutama di tiga “pura kera”, yang paling populer terletak di Ubud. Beberapa orang lokal memelihara kera sebagai hewan peliharaan mereka. Spesies monyet kedua, Monyet Daun Perak, lebih sulit ditangkap dan lebih langka. Penduduk setempat menyebutnya “lutung”. Mereka ditemui di Taman Nasional Bali Barat. Mamalia lain yang juga langka adalah Trenggiling Sunda, Tupai Raksasa Hitam, dan Kucing Macan Tutul. Spesies ular antara lain Reticulated Python dan King Cobra sedangkan Biawak Air dipercaya mampu bergerak cepat dan tumbuh hingga ukuran yang lebih besar.

Ada kehidupan laut yang kaya di terumbu karang di sekitar pantai, terutama di tempat menyelam seperti Amed, Nusa Penida, Menjangan dan Tulamben. Beberapa spesies yang tercatat adalah Giant Sunfish, Giant Moray Eel, Giant Manta Ray, Hawksbill Turtle, Hammerhead Shark, Bumphead Parrotfish, barakuda, Reef Shark dan ular laut. Lumba-lumba ditemukan di pantai utara, terutama di dekat Pantai Lovina dan Singaraja.

Apalagi sejak abad ke-20, manusia banyak memperkenalkan tanaman baru sehingga agak sulit membedakan tanaman asli dengan tanaman baru. Pohon asli yang lebih besar termasuk bambu, Nangka, kelapa, pohon beringin dan akasia. Bunga termasuk kamboja, poinsettia, melati, kembang sepatu, bugenvil, mawar, teratai, teratai, anggrek, hydrangea dan begonia. Daerah yang lebih tinggi seperti Kintamani yang menerima lebih banyak kelembaban menampung spesies tertentu seperti jamur, pohon pakis dan pohon pinus. Ada banyak sekali jenis beras. Tanaman pertanian lainnya antara lain manggis, jeruk kintamani, kangkung, kopi, jagung dan salak.

Lingkungan di Bali

Pantai Lebih melihat erosi gelombang laut terburuk. Hingga 7 meter pulau itu hilang setiap tahun. Puluhan tahun sebelumnya, pantai ini menjadi tujuan ziarah bagi lebih dari 10.000 orang namun kini tujuan tersebut telah dipindahkan ke Pantai Masceti.

Divisi Administrasi Bali

Provinsi Bali dibagi menjadi 8 kabupaten atau kabupaten dan 1 kota atau kota. Mereka:

  • Badung, ibu kota Mangupura
  • Bangli, ibu kota Bangli
  • Buleleng, ibukota Singaraja
  • Denpasar (kota)
  • Gianyar, ibu kota Gianyar
  • Jembrana, ibu kota Negara
  • Karangasem, ibu kota Amlapura
  • Klungkung, ibu kota Semarapura
  • Tabanan, ibu kota Tabanan

Ekonomi Bali

Perekonomian Bali tiga dekade lalu sebagian besar bertumpu pada pertanian baik untuk lapangan kerja maupun produk-produknya. Industri tunggal terbesar di Bali adalah pariwisata. Karena industri pariwisata yang sangat berkembang, pulau ini merupakan salah satu daerah terkaya di Indonesia. Sekarang, 80 persen ekonomi di sini bergantung pada pariwisata. Setelah serangan bom yang mengejutkan pada tahun 2002 dan 2005, industri pariwisata perlahan pulih.

Pertanian Bali

Sebagian besar penduduk Bali masih bekerja di bidang pertanian meskipun output PDB terbesar dihasilkan oleh pariwisata. Usaha pertanian yang paling menonjol adalah penanaman padi. Tanaman kecil yang juga ditanam di pulau ini termasuk sayuran, buah-buahan, Coffea aracbica dan tanaman subsisten dan komersial lainnya.

Kintamani, kawasan dekat Gunung Batur, merupakan kawasan penghasil kopi arabika. Produsen umumnya mengolah kopi Bali menggunakan metode basah yang menghasilkan kopi yang lembut dan manis. Rasa yang bisa dipadukan adalah lemon dan citrus note lainnya. Mayoritas petani kopi di wilayah tersebut adalah anggota Subak Abian yang berlandaskan pada falsafah Hindu Tri Hita Karana. Filosofi tersebut mengajarkan bahwa ada tiga penyebab kebahagiaan, yaitu hubungan dengan Tuhan, orang lain dan lingkungan. Sistem Subak paling cocok untuk produksi kopi organik dan perdagangan yang adil. Kopi Arabika yang diproduksi di wilayah Kintamani merupakan produk pertama di Indonesia yang mendapat indikasi geografis.

Pariwisata Bali

Bagian selatan dari daratan utama adalah tempat fokus industri pariwisata. Olahraga wisata utama adalah Pantai Kuta, Legian, dan Seminyak, Sanur yang pernah menjadi satu-satunya pusat wisata, Ubud di pusat pulau, Jimbaran, dan Pecatu dan Nusa Dua yang baru dikembangkan. Pemerintah Australia masih menilai Bali pada 4 tingkat bahaya pada tingkat skala 5 sementara pemerintah Amerika sebelumnya telah mencabut peringatan perjalanannya pada tahun 2008.

Pariwisata di Bali

Industri real estate yang terkait dengan pariwisata telah berkembang pesat di pusat-pusat wisata utama. Hotel Bali dibangun di lokasi terkenal seperti Kuta, Seminyak, Oberoi dan Legian. Hotel Bali bintang 5 mulai dikembangkan pada tahun 2010 di bagian selatan, yaitu di Bukit Peninsula. Vila-vila Bali, bernilai jutaan dolar, telah dibangun di sisi tebing di selatan dan karenanya menjanjikan pemandangan laut yang indah. Banyak perusahaan dan individu Jakarta serta investasi asing yang aktif di industri untuk mengembangkan daerah lain. Namun harga tanah tetap stabil meskipun telah terjadi krisis ekonomi di seluruh dunia.

Rupiah Indonesia sempat anjlok hingga 30% terhadap dolar AS pada paruh terakhir tahun 2008. Hal ini mengakibatkan nilai mata uang asing menjadi lebih besar dan memicu membanjirnya wisatawan ke Bali. Pada tahun 2009, kunjungan wisatawan turun menjadi 8% dengan penyebab utama krisis ekonomi dan bukan travel warning.

Bom teroris pada tahun 2002 dan 2005 membuat industri pariwisata di Bali berubah drastis. Namun, industri telah pulih sejak pemboman terakhir dan pada 2010 target 2,0-2,3 juta wisatawan telah terlampaui dengan 2,57 juta wisatawan asing. Akomodasi Bali serta fasilitas pendukung lainnya seperti spa Bali memberikan kontribusi positif terhadap pemulihan. Rata-rata okupansi akomodasi Bali pada tahun 2010 adalah 65%, yang merupakan tren positif dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 60,8%. Namun, saat peak season, wisatawan akan cukup kesulitan mencari penginapan karena semua kamar biasanya sudah penuh dipesan.

Pada tahun 2010, Bali menerima penghargaan Travel and Leisure yang diberikan pada World’s Best Award 2010 di New York pada 21 Juli 2010. Penghargaan World Best Hotel Spas in Asia 2010 juga diberikan kepada hotel di Bali, yaitu Hotel Four Seasons Resort Bali di Jimbaran. Penunjukan #1 Spa di dunia diterima oleh Ayana Resort setelah polling pembaca dari Majalah Travel Conde Naste. Penghargaan ini diraih oleh Bali karena daya tarik wisatanya yang beragam, lingkungan pantai dan pegunungan yang menarik, keramahan penduduk lokal dan restoran lokal dan internasional yang sangat baik.

Transportasi keliling Bali

Ada dua bandara di pulau itu, yaitu Lapangan Terbang Letkol Wisnu di barat laut dan Bandara Internasional Ngurah Rai yang lebih terkenal di dekat Jimbaran di wilayah paling selatan.

Ada tiga arteri dua jalur utama yang melintasi daerah pegunungan di tengah yang lintasannya bisa mencapai hingga 1.750 m, yaitu di Penelokan. Sebuah jalan pesisir mengelilingi pulau. Bypass Ngurah Rai dikembangkan sebagai jalan tol empat jalur. Bagian dari jalan tol ini mengelilingi kota utama Denpasar.

Pemerintah Indonesia mengundang investor untuk mengembangkan Terminal Kapal Pesiar Tanah Ampo di Karangasem. Proyek ini bernilai total $30 juta. Bali tidak memiliki jalur kereta api tetapi Perusahaan Kereta Api Indonesia dan Gubernur Bali serta 2 menteri telah menandatangani MOU untuk mengembangkan kereta api di sepanjang pantai dengan total jarak 565 kilometer. Rencana tersebut diproyeksikan akan terealisasi pada 2015 mendatang. Pada pertengahan 2011, jalan tol yang menghubungkan Serangan dan Tanjung Benoa akan dibangun oleh Jasamarga. Pelabuhan Tanjung Benoa mendapatkan penghargaan sebagai Best Port Welcome 2010 dari Dream World Cruise Destination, sebuah majalah yang berbasis di London, pada 16 Maret 2011.

Demografi Bali

Pada tahun 2005, jumlah penduduk Bali adalah 3.151.000. Ekspatriat yang tinggal di pulau itu diperkirakan berjumlah 30.000 orang.

Agama di Bali

Bali adalah rumah bagi komunitas kecil orang-orang yang menganut agama Hindu. Ada sekitar 93,18% dari total penduduk yang menganut agama Hindu Bali. Agama tersebut merupakan perpaduan pengaruh Hindu dari Asia Tenggara dan Asia Selatan daratan dengan kepercayaan lokal yang ada. Islam adalah agama minoritas dengan hanya 4,79% pengikut, sedangkan Kristen skor 1,38% dan Buddha 0,64%. Imigran dari daerah lain di Indonesia belum termasuk dalam angka tersebut.

Pada abad ke-16, setelah Islam menguasai Jawa, banyak orang Hindu mengungsi ke Bali. Pemeluk agama Hindu Bali memuja dewa dan dewa, roh nenek moyang, dewa pertanian asli, pahlawan Buddha dan tempat-tempat suci. Agama di Bali merupakan suatu sistem kompleks gabungan yang memiliki teologi, mitologi dan filsafat serta pemujaan leluhur, sihir dan animisme dan meliputi semua aspek kehidupan. Meski tidak seketat di India, sistem kasta diterapkan dengan disiplin di Bali. Diperkirakan ada 20.000 pura dan tempat pemujaan di seluruh pulau yang membuatnya juga dikenal sebagai Pulau Seribu Pura.

Akar agama Hindu Bali adalah Hindu dan Budha India dan juga mengadopsi tradisi asli masyarakat setempat. Hindu Bali percaya bahwa dewa dan dewi hadir dalam segala hal yang membuat setiap elemen di alam memiliki kekuatannya sendiri. Kekuatan tersebut diyakini mencerminkan kekuatan barang. Sebuah keris, kain tenun, batu atau pohon diyakini memiliki kekuatan sendiri yang dapat diarahkan untuk kejahatan atau kebaikan. Agama terjalin erat dengan ritual dan seni. Semua ekspresi keagamaan diritualisasikan dan membentuk perilaku masyarakat yang sopan dan anggun.

Ada juga sejumlah kecil imigran Cina. Tradisi para pendatang ini berbaur dengan tradisi lokal. Oleh karena itu, Sino-Bali menyelaraskan agama asli mereka dengan tradisi lokal yang membuatnya umum untuk menemukan Sino-Bali selama odalan di kuil lokal. Pendeta Hindu Bali sering diundang juga untuk melakukan ritual yang diperlukan dengan seorang pendeta Cina dalam upacara kematian seorang Sino-Bali. Namun, untuk kepentingan administrasi, orang Sino-Bali memiliki agama Buddha sebagai agama di Kartu Tanda Penduduk mereka.

Bahasa di Bali

Bahasa yang paling banyak digunakan di Bali adalah bahasa Bali dan bahasa Indonesia. Sebagian besar masyarakat Bali adalah bilingual atau trilingual. Beberapa bahasa Bali asli hadir tetapi kebanyakan orang Bali menggunakan bahasa Bali umum modern untuk berkomunikasi. Sistem kasta menentukan penggunaan bahasa Bali yang berbeda. Bahasa asing utama adalah bahasa Inggris karena berkembangnya industri pariwisata.

Budaya Bali

Bali terkenal dengan bentuk seni yang canggih dalam seni patung, kerajinan tangan, lukisan, ukiran kayu dan seni pertunjukan. Gamelan, musik orkestra perkusi Bali, bervariasi dan sangat berkembang. Kisah-kisah dari epos Hindu seperti Ramayana sering digambarkan dalam seni pertunjukan yang banyak dipengaruhi oleh tradisi Bali. Tarian Bali yang terkenal antara lain legong, topeng, gong kebyar, pendet, baris, barong dan kecak. Ada budaya seni pertunjukan yang inovatif dan beragam di Bali. Karena pariwisata, ada seni pertunjukan tradisional Bali yang disusun sebagai pertunjukan berbayar di festival pura, pertunjukan publik, atau upacara pribadi.

Hindu Bali merayakan Nyepi, Tahun Baru Hindu di musim semi dengan hari hening. Semua orang tinggal di rumah dan turis didorong untuk tinggal di hotel mereka juga di siang hari. Namun, patung monster ogoh-ogoh yang berwarna-warni dan besar dibangun dan dibakar pada malam hari sebelum hari raya Nyepi. Ini adalah simbol untuk mengusir roh jahat. Sistem penanggalan pawukon Bali menentukan hari raya lainnya sepanjang tahun.

Orang Bali menyukai perayaan. Ada perayaan untuk ritual pengisian atau pendewasaan, odalan atau festival pura dan kremasi. Konsep terpenting dalam upacara Bali yang dianut oleh sebagian besar orang Bali adalah desa kala patra. Konsep tersebut mengacu pada kesesuaian pertunjukan ritual dengan konteks sosial umum dan khusus. Oleh karena itu, beberapa bentuk seni upacara seperti topeng atau wayang kulit memiliki kelenturan yang tinggi sehingga para pelaku dapat menyesuaikan acara dengan situasi saat ini.

Perayaan Bali dicirikan oleh rame. Rame merupakan konsep estetis yang dihasilkan dari suasana perayaan yang riuh dan riuh. Seringkali, ada dua atau lebih ansambel gamelan akan dimainkan dalam jarak pendengaran. Mereka sering bersaing satu sama lain untuk menarik lebih banyak pendengar. Tetapi para penonton biasanya juga melakukan kegiatan mereka sendiri yang mungkin atau mungkin tidak ada hubungannya dengan ansambel. Kegiatan ini menambah lapisan dan keaktifan rame.

Kompas tradisional Bali berpusat pada kaja dan kelod, yang setara dengan utara dan selatan. Konsep tersebut mengacu pada orientasi ke arah gunung terbesar, yaitu Gunung Agung, sebagai kaja dan kelod laut. Namun, kedua elemen tersebut juga memiliki konotasi jahat dan baik. Hindu Bali percaya bahwa dewa dan nenek moyang mereka hidup di gunung sementara setan dan roh jahat hidup di laut. Secara spasial, bangunan tradisional Bali seperti rumah tinggal dan pura diorientasikan dengan ruang terbersih menghadap ke gunung sedangkan ruang najis paling dekat dengan laut.

Sebagian besar candi memiliki halaman luar dan halaman dalam. Halaman pelataran diatur hingga kaja terjauh. Ini adalah ruang kuil tempat ritual yang melibatkan pertunjukan, tarian, dan musik berlangsung. Ritual paling sakral yang dilakukan khusus untuk dewa diadakan di halaman dalam dan dikenal sebagai wali sedangkan pertunjukan untuk masyarakat umum diadakan di halaman luar dan dikenal sebagai bebali. Sedangkan pertunjukan yang dipentaskan sebagai bentuk hiburan dilakukan di luar tembok pura dan dikenal dengan istilah balih-balihan. Pada tahun 1971, sebuah komite seniman dan pejabat Bali membakukan sistem klasifikasi tiga tingkat ini. Tujuannya adalah untuk melindungi kesucian ritual paling suci dan tertua agar tidak menjadi pertunjukan berbayar.

Ketika industri pariwisata merambah lebih dalam ke kehidupan masyarakat lokal Bali, pertunjukan pun berubah. Pariwisata mendatangkan penonton yang rela membayar untuk menyaksikan pertunjukan tradisional tersebut. Ini menciptakan peluang ekonomi bagi banyak desa. Sempat terjadi kontroversi mengenai hal ini. Namun, beberapa desa akhirnya mengembangkan strategi baru untuk memenuhi tuntutan pariwisata. Di beberapa desa, tarian barong suci dilakukan dengan topeng yang dirancang khusus untuk tujuan hiburan sementara topeng barong asli yang lebih tua disimpan untuk ritual yang lebih sakral.

Masyarakat Bali yang khas dibangun di sekitar kampung leluhur. Siklus hidup dan agama terkait erat dengan aspek koersif dari keutuhan tradisional. Beberapa perangkat paksa masyarakat seperti adat, kasepekang pengucilan semakin efektif terutama sejak desentralisasi dan demokratisasi di Indonesia sejak tahun 1998.