Pantai Tanjung Benoa Bali Surganya Pecinta Watersport

Pantai Tanjung Benoa Bali Surganya Pecinta Watersport

Pantai Tanjung Benoa Bali yang dikenal sebagai tempat wisata untuk aktivitas watersport yang berlokasi di kawasan wisata nusa dua, tepatnya di wilayah Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, pantai ini tidak pernah sepi dari pengunjung.

Daya tarik utama dari Pantai Tanjung Benoa tentu adalah pantainya yang memiliki panorama pasir putih dan ombak yang tergolong sedang, tempat ini merupakan surganya wahana air seperti banana boat, scuba diving, parasailing, rolling donut, seawalker, flying fish, snorkeling dll.

Selain itu, terdapat pelayaran menuju Pulau Penyu tempat hidup dan penangkaran kura-kura, ular, jalak bali, dan sebagainya. Sehingga tidak salah kalau Tanjung Benoa dikenal sebagai pusat wisata bahari di Bali.

Meskipun mungkin lebih dikenal sebagai kawasan Watersport di Bali terutama oleh wisatawan domestik, nyatanya Tanjung Benoa merupakan kawasan Pariwisata yang terbilang sangat lengkap, tidak hanya Watersport

Baca Juga :

jika anda berencana berwisata ke Bali anda mungkin bisa menjadikan Pantai Tanjung Benoa sebagai pilihan anda untuk menginap karena terdapat begitu banyak hotel terutama Hotel-Hotel yang cocok anda jadikan sebagai pilihan Hotel

Bagi yang ingin mencoba permainan seru di Pantai Tanjung Benoa, aktifitas watersports di pantai ini punya waktu operasional yang bergantung pada kondisi pasang surut air laut. Kondisi pasang surut air di pantai ini diistilahkan dengan pasang purnama dan pasang tilem.

Jika kondisi air laut sedang pasang permainan watersports akan mulai dibuka pada jam 9 pagi. Sedangkan jika air laut dalam kondisi surut, kita menyewa wahana dan mulai melakukan aktifitas watersport dari jam 9 pagi hingga jam 4 sore

Sejarah Singkat Tanjung Benoa 

Pantai Tanjung Benoa

Sejarah Tanjung Benoa dimulai pada awal 80-an, ketika di kawasan BTDC dibangun 14 hotel, masyarakat dan para perencana kawasan Tanjung Benoa penuh diliputi tanda tanya.

Desa Tanjung Benoa yang terletak di sebelah utara BTDC akan diapakan?” Berangkat dari tanda tanya ini, muncullah berbagai usulan, terutama untuk memanfaatkan wilayah ini sebagai penyangga BTDC.

Sebagai daerah penyangga, pada awalnya Tanjung Benoa bali  hanya cocok dibangun perumahan untuk menampung ribuan karyawan hotel yang bekerja di kawasan BTDC.

Selain itu, pesisir kawasan pantai Tanjung Benoa juga direncanakan sebagai tempat untuk melakukan berbagai aktivitas wisata tirta.

Pesisir pantai Tanjung Benoa mencakup tujuh lingkungan/banjar, enam di antaranya masuk wilayah Kelurahan Tanjung Benoa (Banjar Kerta Pascima, Anyar, Tengah, Purwa Santi, Panca Bhineka, dan Banjar Tengkulung), sedangkan Banjar Terora masuk wilayah Kelurahan Benoa. Luas keseluruhannya 400,39 hektar, 226,64 hektar di antaranya adalah luar wilayah Banjar Terora. Dengan demikian jadi luas wilayah Tanjung Benoa hanya 173,75 hektar.

Dulu masyarakat tanjung Benoa hanya mengandalkan hasil pertanian lahan kering dengan tanaman singkong dan sejenisnya dan juga menanam rumput laut. Sejak perkembangan pariwisata yang sangat pesat di kawasan tanjung benoa, kehidupan masyarakat bertambah makmur Pendapatannya juga semakin meningkat.