Jatiluwih Rice Terraces,Waktu Terbaik Berkunjung & Harga Tiket

Jatiluwih Rice Terraces,Waktu Terbaik Berkunjung & Harga Tiket

Jatiluwih Rice Terraces merupakan salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO yang terletak di desa Jatiluwih, Kecamatan Panebel, Kabupaten Tabanan .

Sebuah desa wisata menawarkan panorama sawah terasering yang terletak di ketinggian rata-rata 700 meter di atas permukaan laut.

Dari tempat ini kamu akan dimanjakan dengan pemandangan pegunungan dan persawahan yang terhampar luas.

Tempat wisata ini menjadi populer sejak ditetapkan sebagai objek wisata alam pada tahun 2000. Jika Anda pecinta alam dan ingin melihat sistem irigasi yang hampir punah yang masih dipelihara dengan baik oleh koperasi pengelola air tradisional sejak abad ke-9, sangat disarankan untuk kesini saat liburan di Bali.

Mengapa saya harus datang ke tempat ini? Selain situs warisan dunia UNESCO, nuansa alam persawahan masih tenang, jauh dari keramaian kota, dan udaranya masih sejuk meski di siang hari.

Jatiluwih Rice Terraces,Waktu Terbaik Berkunjung & Harga Tiket

 

Tentang Sawah Terasering Jatiluwih

Jatiluwih berasal dari dua kata. Jati berarti “nyata” dan Luwih berarti “baik” atau “cantik”. Begitu pun dalam bahasa daerah namanya berarti tempat ini indah.

Saat Anda berkendara di jalan sempit berliku menuju Jatiluwih, Anda akan melihat panorama yang indah. Daerah ini merupakan satu-satunya tempat di dunia yang memiliki tiga kali panen padi tahunan.

Sawah Bali terkenal dengan tata letak bertingkat yang merupakan sistem irigasi tradisional Bali yang dikenal dengan sistem irigasi Subak.

Pengelolaan air tradisional ini sudah ada sejak abad ke-9. Subak juga merupakan organisasi sosial masyarakat Bali.

Organisasi ini berhasil melindungi alam di Jatiluwih dan mengatur kehidupan sosial masyarakat sekitar. Oleh karena itu, UNESCO telah menetapkan tempat ini sebagai Warisan Dunia UNESCO.

Udara yang sejuk, pemandangan yang indah dan kehidupan para petani menarik banyak wisatawan untuk berkunjung ke tempat ini.

Anda bisa menghabiskan waktu setengah hari atau bahkan sehari penuh menjelajahi persawahan Jatiluwih. Ada banyak jalur pendakian dan sudut pandang.

Tetapi bahkan untuk mampir sebentar, ada baiknya untuk memasukkan sawah Jatiluwih ke dalam itinerary Bali Anda.

Sejarah Tentang Produksi Beras Di Indonesia

Produksi beras di Indonesia merupakan bagian yang sangat penting dalam perekonomian nasional. Ini telah menjadi bagian dari budaya Bali setidaknya selama dua ribu tahun.

Indonesia adalah penghasil beras terbesar ketiga di dunia dan kemanapun Anda pergi di Indonesia, sawah membentuk pemandangannya.

Sebelum saya lanjut bercerita lebih banyak tentang sawah terasering Jatiluwih, saya ingin berbagi sedikit informasi latar belakang dan sejarah tentang produksi beras di Indonesia.

Siklus beras merupakan proses yang memakan waktu total 5 bulan. Tepat sebelum menanam padi baru, sawah harus dipupuk dengan cara membanjiri mereka dengan air dan sapi atau mesin membajak tanah.

Ladang kemudian terlihat seperti cermin dan siap untuk ditanami. Ini dilakukan dengan tangan selama beberapa hari.

Benih-benih kecil itu memantulkan air keperakan dan siap untuk tumbuh. Ini membutuhkan waktu dua bulan setelah menanam padi sebelum mereka tumbuh lebih tinggi menjadi padi hijau dan siap dipanen.

Setelah panen, tunggul di sawah dibakar atau digenangi air, sehingga batang padi lama perlahan membusuk di bawah air dan tanah disiapkan untuk padi berikutnya.

Harga Tiket Masuk 

Tiket masuk Jatiluwih rice terraces adalah Rp 15.000 per orang. Selain itu Anda membayar ekstra Rp 5.000 untuk parkir mobil.

Cara menuju Ke Jatiluwih Rice Terraces

Pilihan Anda untuk sampai ke persawahan Jatiluwih adalah dengan berkendara sendiri ke sana, maupun menyewa mobil dengan sopir atau mengambil salah satu dari sekian banyak paket tour Bali.

Perjalanan dari Ubud ke persawahan Jatiluwih memakan waktu sekitar 80 menit dan dari Canggu memakan waktu sekitar waktu yang sama. Pintu masuknya mudah ditemukan dan jalan menuju persawahan terawat dengan baik.

 

Waktu Terbaik Mengunjungi Persawahan Jatiluwih Rice Terraces

Jika Anda berencana berkunjung ke Jatiluwih rice terraces waktu terbaik untuk ke sana adalah pagi-pagi sekali. Bagi para fotografer, misi matahari terbit ke sawah sangat disarankan karena nanti pagi awan bisa menutupi pegunungan.

Jika Anda ingin menikmati persawahan dengan tenang, sebaiknya Anda tiba di sini sekitar pukul 08.00 hingga 10.00 karena biasanya kawasan ini akan ramai dikunjungi wisatawan saat jam makan siang.

Siang hari bukanlah waktu yang tepat untuk mengunjungi tempat ini, karena kabut mulai turun menutupi pemandangan indah area persawahan.

Dalam hal musim terbaik perlu diperhatikan bahwa setelah panen, persawahan di Bali terlihat seperti kubangan lumpur.

Jadi lebih baik Anda bertanya kepada penduduk lokal atau memeriksa cerita instagram di lokasi Jatiluwih untuk memastikan bahwa sawahnya hijau!

Umumnya, musim terbaik untuk berkunjung dan menikmati pemandangan alam persawahan Jatiluwih paling banyak adalah sepanjang bulan Februari hingga April.

Selama bulan-bulan ini batang padi mulai tumbuh dan Anda akan bisa menyaksikan hamparan sawah terasering hijau-kuning. Selama bulan Juni – Juli (disebut Sasih Sada), Anda akan dapat melihat petani memanen hasil panen mereka di lokasi.